Skip to main content

(Softskill ISD Tulisan 1) Belajar dari Orang Korea

Nama : Vitaloka Ayudya Dewi
NPM   : 17612613
Kelas  : 2SA01
Matakuliah : Ilmu Sosial Dasar#

Annyeong Haseyo? (Hallo…)

Ok, di postingku kali ini aku ingin membahas tentang budaya dan kebiasaan orang Korea yang sangat baik untuk kita tiru demi kemajuan bangsa ini.

Korea Selatan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Korea terletak di Asia Timur ( antara Tiongkok dan Jepang). Negara ini pisah dari Korea Utara dan menjadi negara demokratis. Seoul adalah ibukota negara ini. Negara yang pernah hancur akibat penjajahan Jepang dan perang saudara ini (perang Korea) sehingga menjadi negara miskin namun dalam jangka 64 tahun secara menakjubkan dapat menjadi negara teknologi dan perekonomian kelas utama dunia. Waw! Menakjubkan bukan? Negara yang merdeka pada tahun yang sama oleh Indonesia ini justru menjadi negara yang maju lebih dulu dari Indonesia. Korea yang kini maju juga disebabkan dari masyarakatnya yang masih mempertahankan budayanya di tengah arus globalisasi. Jadi walaupun ia telah menghasilkan beberapa elektronik maupun industri ia tidak melupakan budaya lokal yang ada. Selain itu ada 5 sikap orang Korea yang patut dicontoh, antara lain:
Pertama, warga negara Korea itu sangat Fokus alias professional. Jadi, ia akan belajar pada saat waktunya belajar dan bekerja saat waktunya bekerja. Menurut artikel yang saya baca, bahkan di hari- hari biasa jalanan sepi oleh orang yang berseragam. Karena semuanya sibuk sekolah dan bekerja. Namun bukan berarti pelajar disana hanya belajar saja di sepanjang harinya. Di akhir pekan barulah mereka berlibur merefreshkan otak dari penatnya aktifitas di sekolah. Jadi waktunya belajar ya belajar sepulang dari sekolah tidak main, tidak ke bioskop ataupun tempat hiburan lain. Tapi waktunya bermain ya bermain mereka pakai untuk berlibur sepuasnya. Tidak untuk belajar.
Kedua, warga negara Korea itu Totalitas dalam segala hal. Ia tidak main- main dalam menjalankan sesuatu.  Tidak setengah- setengah tapi total. Ini terbukti dari hasil amatan saya sendiri yaitu kita bisa lihat demam K-pop dan K-Drama yang berhasil merajai dunia internasional. Belum lagi Fashionnya yang juga banyak digemari remaja di dunia. Itu semua bisa terjadi karena individu itu sendiri. Seperti Girlband dan Boyband Korea yang sedang naik daun karena masing- masing membernya telah di seleksi ketat untuk debut menjadi artis tentunya tidak instan. Dimulai dengan audisi, lalu casting dan mendapat pelatihan di asrama selama bertahun- tahun. Jika dikira sudah mampu barulah mereka dibentuk menjadi artis. Maka tidak heran dengan bakat yang mereka miliki sekarang membuahkan sesuatu yang Wah. Lalu K-Drama yang kita lihat eksis di dunia internasional karena itu tadi dengan persiapan yang matang untuk menjadikan drama yang berkualitas ditambah pula dengan akting yang total. Mereka tidak setengah- setengah untuk berperan menjadi orang bodoh dan tidak setengah- setengah juga berperan menjadi orang yang berani. Mereka melakukannya dengan sangat total. Tanpa harus malu.
Ketiga, warga negara Korea memiliki rasa Nasionalisme yang tinggi. Bagaimana tidak rata- rata warga negara Korea memakai produk dalam negeri alias produk mereka sendiri. Mereka tidak malu- malu untuk memakai produk “Made in Korea”. Dari mulai ponsel, mobil, peralatan rumah tangga, baju dll. Termasuk artis- artis Koreanya yang menggunakan produk lokal dengan begitu korea dengan mudahnya bisa mempromosikan produknya ke dunia internasional melalui demam K-Pop sekarang ini. Lalu tak tanggung- tanggung dia juga menjadikan artis K-Pop sebagai ikon produknya. Tentu itu sangat menguntungkan produktivitas mereka. Kita sebut saja Samsung, LG, Hyundai, KIA, Lotte dan masih banyak lagi yang sudah merambah ke dunia internasional. Belum lagi di dalam dramanya dengan bangganya ia selalu menyisipkan tempat- tempat wisata di Korea. Tentu ini dilakukan demi memperkenalkan kepada dunia wisata di Korea sehingga meningkatnya devisa negaranya.
Keempat, warga negara Korea adalah warga yang Pekerja Keras dan Disiplin tinggi. Warga Korea memang sudah dikenal memiliki etos kerja yang tinggi serta disiplin tinggi. Orang Korea terbiasa bekerja 14 – 18 jam perhari. Bahkan pelajar disana saja kegiatan belajar- mengajarnya mulai pagi hari hingga malam hari. Waduh, kalau di Indonesia mungkin kita sudah mengeluh yah? Hmmm… bagi mereka waktu bukan hanya uang atau emas tapi waktu adalah kehidupan itu sendiri. Barangsiapa yang bermalas- malasan maka tertinggalah.
Dan satu lagi yang wajib kita tiru yaitu sopan santun orang Korea kepada Orangtua. Mereka sangat menghormati Orangtua dan orang yang dituakan maupun tamu. Bahkan mereka menghormati tamu melebihi orang korea itu sendiri. Ketika bertanya jalan mereka akan memberitahu terkadang sampai diantar ke tujuan.
Jadi kesimpulannya, negara yang merdeka pada tahun yang sama dengan Indonesia ini bisa maju seperti sekarang berkat masing- masing individual orang Korea itu sendiri. Dengan menumbuhkan sikap professionalnya menyeimbangkan antara hak dan kewajiban sebagai pelajar dan pekerja yang baik. Lalu sikap Totalitasnya dalam setiap detiknya mereka belajar maupun bekerja untuk membuahkan hasil yang sempurna. Lalu rasa Nasionalisme yang tinggi serta ditambah dengan rasa kerja keras yang tinggi dan disiplin yang tinggi sehingga menjadikan bangsa yang maju dari keterpurukan di masa lalu.
Untuk itu saya mengajak anda semua penerus generasi bangsa Indonesia untuk menanamkan sikap- sikap positif di atas dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari- hari. Hal itu guna terciptanya bangsa yang cerdas beradab sehingga kita bisa bangkit menjadi bangsa terdepan, maju dan dapat dikenal baik oleh dunia internasional. Seperti kata pepatah yang pernah saya baca “ Cintailah budaya bangsa, maka majulah suatu bangsa tersebut”. Ini terbukti pada Korea yang melestarikan budaya bangsanya hingga kini menjadi bangsa yang maju baik dari segi industri, elektronik maupun dunia hiburan.
 Baik, cukup sekian semoga tulisan saya ini dapat pelajaran yang bermanfaat bagi kita semua dan semoga suatu saat nanti kita bisa menyukseskan bangsa ini. Aamiin^_^



Referensi :

Comments

Popular posts from this blog

FLASHBACK [ Part 1 ]

"Akhirnya gue masuk grup BBM juga. Setelah sekian lama lost contact dari teman SMA. Kini dipertemukan kembali. Yuhuuu… Senengnya!" teriak Angel di dalam hatinya. Sebenarnya ini hal yang bukan tidak sengaja melainkan si Angel memang telah sengaja menghindar dari teman- teman SMAnya. Dimulai dari menghapus seluruh no. contact yang terdapat di ponselnya lalu mengganti no. ponselnya sampai tidak ikut serta hadir di setiap perkumpulan teman- teman SMAnya itu. Kecuali sahabat terdekatnya. Semua itu ia lakukan semata- mata agar ia bisa move on dari gebetannya di komunitas semasa ia SMA. Yang mana hampir 4 tahun ia setia menunggu jawaban dari sang gebetan namun hingga kini tidak ada kepastian. Angel kini berkuliah di salah satu Universitas swasta di Jakarta. Yang di dalamnya tidak ada satupun mahasiswa dari Sekolahnya dulu. Pada libur lebaran setelah perkuliahan Angel dipertemukan kembali oleh teman- teman SMAnya. Grup Shinwa mengadakan kumpul- kumpul bersama pada tanggal ya...

MARGONDA, JALUR MAUT PEJALAN KAKI

DEPOK  - Kecelakaan di Jalan Margonda Raya berulang kali terjadi karena minimnya Jembatan Penyeberangan Orang(JPO). Terakhir, seorang wanita bernama Endang menjadi korban tabrak lari dan tewas dengan kondisi yang mengenaskan jalan utama Kota Depok itu. Untuk menyeberang jalan, pejalan kaki harus menunggu hingga 10 menit, karena kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Bayangkan saja, di jalan sepanjang 5,2 KM itu, hanya ada dua JPO yang berada di depan pusat perbelanjaan Margo City-Detos dan Terminal Depok-Plaza Depok. Bahkan, kondisi JPO di depan Terminal Depok sudah lapuk tak terurus. Data Satuan Lalu Lintas (Lantas) Polres Depok, 80 persen kecelakaan didominasi oleh pengguna kendaraan roda dua. “Rata-rata yang tertabrak adalah pengguna jalan kaki. Dan memang di kawasan padat pemukiman. Kejadian ini terjadi karena tidak adanya JPO yang dibangun Pemkot Depok. Pengabaian keselamatan penjalan kaki kurang diper...

Dare to Dream Dare to Speak

Holla… Sabtu kemarin tepatnya tanggal 22 November 2014, aku dan teman- teman ikutan seminar nih di kampus tercinta. Untuk itu, aku mau berbagi pengalaman nih selama aku ikut seminar. Oh, iya temanya itu “Dare to Dream Dare to speak” Cekidot~ Confident in front of public Jadi, gimana udah puas belum sama tips- tipsnya? Udah dong pasti. Ok, next 2 nd  Speaker yaitu Miss Eva. Beliau bahas mengenai “ How to get a job with your major”  karena aku mahasiswi sastra Inggris jadi seminar ini emang lebih fokus ke sastra Inggris. Maaf yaa untuk jurusan lain, maybe next time): *bow Cekidot~ How to get a job with your major? Itulah sekiranya pengalaman dan tips yang saya dapat dari 2 nd Speaker yaitu Miss Eva di seminar sabtu lalu. Jadi, gimana udah puas belum sama pengalaman dan tips- tipsnya? Udah dong pasti. Ok, masih mau lagi ga nih? Ada satu speaker lagi. 3 rd Speaker yaitu Mr. Romel beliau membahas mengenai “Pendidikan karakter di sek...