Gorengan
adalah makanan khas Indonesia yang sangat digemari oleh hampir semua lapisan
masyarakat. Makanan ini menjadi santapan nikmat dikala santai seperti berkumpul
bersama keluarga, teman, maupun sedang melakukan aktivitas sendiri, terlebih
ketika musim hujan datang. Sudah pasti penjual gorengan di pinggir jalan laris
diburu pembeli. Namun tahukah anda
mengkonsumsi gorengan secara berlebihan dapat menyebabkan penyakit kanker?
Apalagi jika gorengan tersebut sisa kemarin yang digoreng kembali atau bahkan terbuat
dari minyak jelantah.
Tingginya
biaya untuk memenuhi kebutuhan pokok serta serta minimnya pemasukan membuat
sebagian pedagang melakukan berbagai macam cara licik. Pedagang menghalalkan
segala cara demi mendapat keuntungan yang besar. Salah satunya seperti contoh bu
Mawar ( nama samaran ) salah satu pedagang nakal yang menjual gorengan sisa
kemarin. Bukan itu saja bu Mawar menggunakan minyak yang sudah berulang- ulang
digunakan. Tidak sampai disitu sesekali ia juga menambahkan plastik pada minyak
di penggorengannya. Menurutnya, jika gorengannya tidak habis dijual maka ia
kembali menjual keesokan harinya. Jika tidak dijual kembali maka, ia akan
mengalami kerugian. Selain itu, ia juga mengaku bahwa ia menambahkan plastik
pada minyak di penggorengannya agar gorengannya renyah lebih lama dan sangat
gurih. Diakuinya usaha ini beserta caranya tersebut telah ia jalani selama
kurang lebih 3 tahun. Ia menyadari perbuatannya adalah suatu kesalahan besar,
namun keadaan ekonomi lah yang mendorongnya untuk melakukan hal tersebut. Demi menekan biaya
semurah- murahnya dan mendapat keuntungan sebesar- besarnya bu Mawar tetap
bertahan menjual gorengan dengan cara liciknya tersebut. Menipu orang banyak
atau bahkan membahayakan kelangsungan hidup banyak orang. Dengan bangganya ia
juga mengakui kalau selama ia berjualan tak ada pembeli yang komplen, tapi
justru banyak pelanggannya yang mencari gorengan bu Mawar.
Dari
pengakuan di atas sungguh sangat disayangkan atas perbuatan bu Mawar tersebut.
Memang dalam jangka pendek tidak akan menyebabkan penyakit berbahaya. Dampak
pertama penikmat gorengan akan mengalami batuk- batuk maupun radang tenggorokan.
Namun bagaimana dampaknya dalam jangka panjang?
Menurut
artikel yang saya baca di media online, Gorengan yang
dimasak dengan minyak goreng hasil pengulangan dalam suhu tinggi dan jangka
waktu lama (deep frying) memberikan kontribusi tertinggi terhadap asupan asam
lemak trans. Asam lemak jenis ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya
penyakit akibat penyumbatan pembuluh darah, salah satunya adalah penyakit
jantung koroner atau dapat juga menyebabkan kelumpuhan karena rusaknya jaringan
saraf dan kandungan yang paling berbahaya pada plastik tersebut, yaitu
Bisphenol A (BPA), yang mampu merangsang pertumbuhan sel kanker atau
memperbesar risiko keguguran kandungan.
Lalu bagaimana dengan minyak goreng
yang dicampur plastik untuk menggoreng gorengan?
Secara umum plastik dibagi menjadi dua
jenis termoset dan termoplastik. Termoset bila dipanaskan akan terjadi
perubahan kimia dan molekul-molekulnya tidak dapat dibentuk kembali, sehingga
tidak bisa didaur ulang. Sedangkan termoplastik dapat dipanaskan dan dibentuk,
berulang-ulang atau dengan kata lain dapat didaur ulang. Plastik kresek,
kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan makanan
‘styrofoam’ berisiko melepaskan bahan kimia yang bisa membahayakan
kesehatan. Monomer styrene yang tidak ikut bereaksi dapat terlepas bila
berkontak dengan minyak panas atau makanan yang berminyak / berlemak /
mengandung alkohol dalam keadaan panas. Meskipun bila residunya kecil tidak
menimbulkan bahaya, jika ditimbun terus-menerus, senyawa tersebut dapat memicu
berbagai penyakit. Seperti yang dikatakan peneliti dari Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia, dr. Ani Retno, gorengan berplastik yang dikonsumsi dalam
waktu lama sangat berpotensi menyebabkan kanker karena mengandung zat karsiogenik.
Kesimpulan
dari pernyataan di atas yaitu Gorengan yang dimasak dengan minyak
goreng hasil pengulangan dalam suhu tinggi dan jangka waktu lama akan
mengeluarkan asam lemak trans sehingga dapat menyebabkan penyakit jantung
koroner, kelumpuhan, maupun kanker. Lalu menurut dr. Ani Retno jika
mengkonsumsi gorengan
berplastik yang dalam waktu lama sangat berpotensi menyebabkan kanker karena
mengandung zat karsiogenik.
Jadi,
dampak yang dialami setelah mengkonsumsi gorengan ini tidak langsung terlihat.
Jika kita mengkonsumsi gorengan tersebut secara terus- menerus maka, penyakit
tersebut juga muncul secara bertahap dan memuncak di kemudian harinya. Apalagi
minyak goreng tersebut ditambah dengan plastik tentu akan semakin berbahaya
bagi tubuh kita.
Namun
buat kamu yang gemar mengonsumsi gorengan jangan bersedih dulu. Tak masalah
jika kita mengonsumsinya sekali- kali saja. Dan juga masih banyak kok penjual
gorengan yang jujur. Untuk itu, agar kita terhindar dari gorengan berbahaya tersebut mari kenali dulu
gorengan yang tak sehat!
·
Berwarna
mengkilap
Gorengan
yang berwarna kekuningan mencolok dan cenderung mengkilap tidak aman untuk
dikonsumsi. Karena biasanya penjual gorengan menambahkan plastik pada minyak
goreng.
·
Terdapat
bercak putih
Bercak
putih yang biasanya ditemukan pada gorengan yang berasal dari plastik yang
melelehnya tidak sempurna pada minyak goreng. Bercak putih tersebut merupakan
gumpalan plastik yang tidak meleleh.
·
Renyah
tapi pahit
Kenapa
gorengan tersebut terasa pahit? Karena gorengan tersebut terdapat campuran
kapur dalam adonan tepungnya. Kapur dipakai untuk mengawetkan gorengan, meski
sudah lama mendingin, gorengan masih terasa renyah.
·
Dijual
dengan harga murah
Hati-
hati dengan gorengan yang lebih
murah dari harga umumnya, jangan mudah tergiur. Biasanya gorengan tersebut
adalah yang sudah basi dan diawetkan kembali dengan formalin
·
Berbau
menyengat
Gorengan
berbau menyengat tidak aman karena tambahan MSG yang terlalu banyak. Meskipun terasa
sedap disantap, namun jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan jangka panjang
maka tentu akan menyebabkan penyakit berbahaya.
Dari
uraian di atas semoga anda bisa menjadi pembeli yang cerdas dalam memilih
makanan yang sehat dan baik untuk dikonsumsi. Dengan demikian, jadilah pembeli
yang cerdas agar kita bisa membedakan makanan yang layak konsumsi maupun tidak
sehingga kita terhindar dari penyakit – penyakit berbahaya.
Tugas Jurnalistik 1 (
Investigatif )
Nama : Vitaloka Ayudya
Dewi
NPM :
17612613
Kelas : 3SA01
Comments
Post a Comment
Jangan lupa tinggalkan komentar yaa pada kolom dibawah (: