"Akhirnya gue masuk grup BBM juga. Setelah
sekian lama lost contact dari teman SMA. Kini dipertemukan kembali. Yuhuuu…
Senengnya!" teriak Angel di dalam hatinya.
Sebenarnya ini hal yang bukan tidak
sengaja melainkan si Angel memang telah sengaja menghindar dari teman- teman
SMAnya. Dimulai dari menghapus seluruh no.
contact yang terdapat di ponselnya lalu mengganti no. ponselnya sampai
tidak ikut serta hadir di setiap perkumpulan teman- teman SMAnya itu. Kecuali
sahabat terdekatnya. Semua itu ia lakukan semata- mata agar ia bisa move on
dari gebetannya di komunitas semasa ia SMA. Yang mana hampir 4 tahun ia setia
menunggu jawaban dari sang gebetan namun hingga kini tidak ada kepastian.
Angel kini berkuliah di salah satu
Universitas swasta di Jakarta. Yang di dalamnya tidak ada satupun mahasiswa
dari Sekolahnya dulu. Pada libur lebaran setelah perkuliahan Angel
dipertemukan kembali oleh teman- teman SMAnya. Grup Shinwa mengadakan kumpul- kumpul bersama pada tanggal yang telah ditentukan. Tentu teman yang lain sangat
menyambut acara ini karena sudah lama sekali kita tidak berkumpul dikarenakan
kesibukan masing- masingnya.
“Tan, lu tau ga gue mau ada dinner bareng Shinwa?”Angel antusias.
“Apaan itu Shinwa?” Tanya Tania aneh
dengan nama itu.
“itu lho nama grup kelas waktu gue kelas
2 dulu yang paling fenomenal banget dah, haha” jelas Angel panjang lebar
“Oooh, yang ada si Yoga itu, huum”
sambung Tania meledek.
“Haha! Iya taan.. kira-kira nanti si
Reihan dateng ga ya? Trus nembak gue gitu kayak waktu dulu atau justru Yoga?”
ceplos Angel ga berhenti- henti.
“Haha, Ya mudah- mudahan aja deh” timpal
Tania.
Setibanya di rumah Angel langsung laporan ke mami tercintanya tempat ia berkeluh kesah baik suka maupun duka termasuk kisahnya dengan Yoga semasa SMA dulu.
“Mamii,
nanti Angel dinner bareng Shinwa yah
tanggal 9 Agustus, cup pokoknya!”Angel.
“Tanggal
9 Agustus? Hmm Mami ada acara ga ya…”
Jawab Mami datar.
“iih,
Gak ada. Pokoknya Angel harus dateng udah lama juga kan gak ketemu temen- temen
Shinwa. Kangen Mam.. huhu” Cerocos Angel.
“Kangen
temen- temennya apa kangen Yoga? Huum” Gumam Mami tersenyum ke arah Angel.
“Apa sih Mami tuh ya temen- temenlah, lagian udah gak kali masih jaman aja Yoga. Haha” sela Angel dengan wajah memerah.
“Apa sih Mami tuh ya temen- temenlah, lagian udah gak kali masih jaman aja Yoga. Haha” sela Angel dengan wajah memerah.
“Halaah,
kamu muna aja, enggak enggak tapi senyum malu gitu” ledek Mami terus- terusan.
“Udah
ah Mam, Angel mau mandi dulu” Angel.
Grup
BBM
(Angel)
Hy Guys! Nanti mau makan dimana?
(Fandy)
Hy…. Dimana ajalah yang penting oke..
(Andi)
emangnya jadi?
(Yoga)
Ga jadi akakakak
(Annisa)
Emang pada maunya dimana?
(Tya)
Yang enak sa?
(Annisa)
Ya udah rekomen doonk! Entar di rundingin lagi..
(Dian)
Aku sih acc aja, terima jadi hehe
(Angel)
di Resto Korea aja hoho
(Fandy)
di Mcd aja
(Andi)
di Warteg aja wkwkw
(Tya)
dimana tuh, ngel? Enak ga…
(Tya)
Ya udah pada diem aja. Satu satu!
(Angel)
Gue sih yang penting enak trus yang gak mahal- mahal hehe maklum banyak acara
mengantri nih.
(Annisa)
di cafe deket taman aja, itu enak murah lagi
(Angel)
dimana tuh? Taman mana?
(Andi)
Taman Lawang wakwk
(Fandy)
haha jangan di dengerin, ngel
(Annisa)
itu Taman yang di belakang Telkom
(Angel)
Ooh, ya ya tau. Emang udh pernah sa? Ada apaan aja?
(Tya)
Dimana Gue gatau?
(Dian)
sama aku juga
(Annisa)
udah pernah, macem- macem ko. Lengkap tinggal pilih harganya 30rb ke atas.
(Annisa)
Yaelah, gampang tinggal sms gue.
(Yoga)
Ya udah fix-in lah!
(Sisil)
Ya udah panitia gimana jadinya? Kalo ga ada yang mempatenkan ini mah ga jadi-
jadi. To the point aja
(Fandy)
ia, entar tinggal sebarin deh infonya
(Andi)
Terus yang gak pake BB gimana?
(Annisa)
gampang itu mah, ada FB, Twitter, sms, telp kan bisa? Lah siapa panitianya?
(Sisil)
Jiah, si Panitia ga merasa…
(Annisa)
ih, gue mah cuman mengajak tapi bukan gue yang mengurus- ngurus.
(Sisil)
Ya udah gue aja deh. Gue putusin [Dinner
Shinwa] Tanggal 9 Agustus di “Café Buing- buing” deket taman. Jam 3 sore harus
udah ada di depan Café, No Ngaret!
(Annisa)
Okeh, See you guys there!
(Angel)
See you too {}
(Yoga)
See you too Muaah :*
(Andi)
Bubar bubar haha
(Sisil)
Gaje loh
Keesokkan
harinya adalah hari dimana yang dinanti- nanti oleh Angel. Yuups, hari ini tiba
waktunya untuk berkumpul bersama grup Shinwa.
“Maaaaamiiii…”
teriak Angel kegirangan.
“Apasih
kamu teriak- teriak kayak di hutan aja”
“Haha..
itu gimana mam lipstick orangenya?ada ga...” Tanya Angel berseri-seri
“Ya,
entar mami Tanya dulu sama bu Neni” jawab mami.
“jangan
entar entar mam, dari kemaren kan udah aku bilangin nanti aku jam 4 harus udah
jalan nih dinner Shinwa” cerocos Angel sambil manyun.
“Iya,
baweel! Nih mami telepon” Omel mami ke anaknya yang ambekkan itu.
“Katanya
yang mana?” Tanya mami sambil masih terhubung dengan bu Neni.
“Pokoknya
yang warna Orange terserah apa juga” Angel.
“Ehh,
gak bisa gitu mana dia tau Angeel” Mami
“Ya
udah kita kesana aja yuk biar bisa kamu liat sekalian” ajak Mami sambil menutup
telepon.
“Memang
buat apa sih? Harus pake warna Orange segala, hah?” ucap Mami dengan nada
sedikit meninggi.
“ih,
Mami kan aku udah bilang kemaren….” Angel cengengesan agar tidak jadi dimarahi
belum selesai bicara ucapannya langsung dipotong Bintang adik dari Angel.
“Itu
lho Mam biar diliat sama aa Yoga, haha” Bintang.
“Nah,
itu mam! Maksudku hihi.. terus juga kalo pake lipstick Orange ga begitu
keliatan norak kayak warna bibir asli, natural gituu… hehe kan mami sendiri
yang bilang waktu itu aku cocok pakenya” Jelas Angel panjang lebar.
“Nah,
katanya kamu udah ga suka, gimana sih?” protes Mami.
“Iya,
sih. Tapi maksud Angel biar Angel keliatan beda gitu, mam dari sebelumnya. Kan
entar si Yoga pangling liat Angel, haha” sela Angel cepat.
Tanpa basa- basi Mami langsung menyuruh
Angel bersiap- siap untuk ke rumah bu Neni (Haduh, ribet banget yah keluarga
yang satu ini, hihi..). tapi sesuatu yang tidak tepat terjadi tepat pukul 13.30
teman Mami datang bertamu ke Rumah. Katanya sih hanya ingin minta THR tapi ya
namanya juga teman CS Mami kalo udah ngobrol ga berhenti- henti. Alhasil, pergi
untuk sekedar membeli lipstick sedikit ditunda. Si Angel pun hanya termangu
melihat kedatangan tamu tersebut dan ngambek ke kamar sampe ketiduran. Ya, mau
gimana lagi masa tamunya mesti diusir.
Tepat
pukul 14.30 Mami dan Angel pergi ke Super Market untuk membeli sirup dan
biskuit. Karena pesanan Mami banyak tentu memakan waktu lama juga untuk
menghitungnya. Angel makin geregetan ini masalahnya antar penampilannya nanti
atau keterlambatannya. Di satu sisi ia ingin sekali tampil beda di hadapan
gebetannya yang dia anggap menyebalkan
itu tapi di sisi lain ia juga tidak ingin terlambat karena itu kebiasaan
buruknya yang tidak pernah hilang dari semasa ia SMA. Sambil menunggu Angel juga
mencari Lipstick Orange disitu tapi sayangnya disitupun persediaan habis. Waktu
sudah hampir jam 3 sore.
“Ya udahlah yang tadi juga bagus tuh warna bibir juga.” bujuk Mami.
“Iya,
sih tapi di rumah udah ada 10 Lipstick warna pink, Mam.” jawab Angel lunglai.
“Ya,
abis tadi kan kita udah ngacak- ngacak lipstick bu Neni. Masa gak jadi beli gak
enak.” Mami
“Iya,
sih. Untung tadi ada warna yang pas. Tadi ada yang bagus tapi untuk orang
putih, ada yang pink banget, ada yang merah gelap, huh.”
“Kamu
berangkat jam berapa nanti?” Mami.
“Jam
4 Mam.” Angel.
“Naik
trans-jakarta? Sendiri…”
“Ya
iyalah mam. Emang ada yang jemput Angel apa? Haha..” Jawab Angel sekenanya
sambil ia membayangkan kalo pulang dari dinner
ia diajak pulang bareng sama Motor Ninja putihnya Yoga, hihi…
“Haduuh,
kasian banget sih anak Mami.” Mami
“hehe”
“Minta
jemput donk sama si Ihsan.” Ledek Mami.
“ih,
ngapain dia ikut- ikutan. Ini kan acara Angel.” Cibir Angel.
“Entar
Yoga cemburu ya, kata kamu ganteng Yoga atau Ihsan, ngel?”
“Hmmm…
dua-duanya deeh.”
“si
Ihsan gantenglah, apaan tuh si Yoga pecicilan gitu kayak cewek.”
“ih,
Mami parah.”
Di
perjalanan dekat SMP Nusa Bangsa Angel terjebak macet. Udah tadi dandan lama banget gara-
gara make eye liner yang gak rapi- rapi juga. Penampilan Angel kali ini adalah
berdandan ala cewek casual. Dengan
celana jeans pink muda skinny, kaos hitam
ditutupi kemeja denim biru dan jilbab pink muda dililit simple dan alas kaki
sepatu ket berwarna biru denim. Tadinya ia berniat memakai high wedges agar
terlihat lebih dewasa tetapi tetap terlihat simpel. Karena ia mau merubah
imagenya yang feminine dikala SMA dulu. Namun karena feelingnya tidak enak itu sangat
kuat ia tak jadi memakai high wedges.
Sesampainya di tempat acara dinner Angel orang pertama yang tiba. Tumben sekali yang lain benar- benar pada ngaret dari jam yang sudah ditentukan. Biasanya Angel yang ditunggu teman- teman namun kali ini ia yang menunggu yang lain. Dan itu sangat menyebalkan bagi Angel. Namun kekesalannya hilang ketika ia bertemu Zeina teman dekatnya di SMA dengan hebohnya mereka berteriak riang. Disusul Felis yang dulu sebangku dengan Angel. Namun Felis menatap Angel tidak gembira lepas layaknya yang lain Angel pun menyambutnya dengan senyum yang dingin. Angel bingung harus bertingkah seperti apa. Ia berpikir kenapa Felis masih mengingat masalah itu. Kenapa ia masih kaku seperti waktu dulu namun setidaknya tidak sedingin dulu ketika Felis tahu kalau Angel menyukai Yoga diam- diam.
Suasana
makin tegang lagi ketika Yoga datang diiringi dengan Sisil, Annisa, Andi,
Fandy, Nayla, Tya, dan Dian.
“Yoga…. kok jadi jelek gitu yah? Hihi.. wajahnya tampak lebih tua, apa mungkin karena sekarang dia kerja ya. Gak sekece dulu waktu dia jadi anak SMA sekaligus gitaris di bandnya” ucap Angel dalam hati sambil menatap Yoga lalu bersalaman.
“Angel!
Gokil berubah banget dia sekarang. Keceh banget! Wajahnya juga bersih cantik
matanya tajam dengan mascaranya gayanya juga gak feminine kayak dulu tapi tetep
punya khas yang oke” ucap Yoga dalam hati sambil bersalaman dengan Angel.
“Haha…
Iya donk, ga. Kece kan gue sekarang. Huum… “ Ucap Angel dalam hati seakan
menjawab tanggapan Yoga tadi.
“Ngel,
Angel! Kenapa lo senyum- senyum sendiri?” Felis
“Eheeem!”
Annisa senyum evil.
“hah?! Gak apa- apa ko, hehe” Angel.
“hah?! Gak apa- apa ko, hehe” Angel.
“Si
Tya masih aja sangar gitu wajahnya walaupun udah bergaya ala cewek.” Protes
Yoga dalam hati lagi ketika ia bersalaman dengan Tya.
“Yeee,
suka suka gue doonk! Mau apa lo?!” tatap Tya tajam ke arah Yoga sambil
bersalaman.
Semuanya
duduk rapi di tempat yang telah disediakan. Di tengah- tengah pembicaraan mereka
saling menceritakan kegiatan masing- masing semasa kuliah. Selain itu, mereka
juga bercerita pengalaman yang sudah
bekerja. Namun, sayang sekali Yoga duduk berjauhan dengan Angel. Hal ini
menjadi bahan ledekkan Felis ke Angel. Sesekali ketika makan Angel menatap kearah
Yoga. Padahal itu sama sekali tidak sengaja.
“Sssst,
Ngel yah jauhan deh.” Bisik Felis pelan.
“hah?!
Apaan? Udah gak kali. Udah masa lalu, hehe..” sela Angel.
“Huuum…”
senyum Felis sambil manggut- manggut.
Apakah
itu benar? Angel pun tak tahu jawabannya. Apa benar semua itu tinggallah masa
lalu. Apa benar tidak ada lagi rasa di hatinya sama sekali yang mana telah
disimpan rapat- rapat olehnya selama hampir 4 tahun. I think its impossible.
“Eh
eh, si Yoga tuh sendiri naek Motor?” ucap Sisil ke semua anak cewek.
“Yea,
terus kenapa?” tanya Tya malas-malasan.
“Ada
yang belum dapet tebengan gak?” Tanya Sisil
“Gue
udah sama Fandi.” Celetuk Felis.
“Gue
juga udah sama Annisa.” Celetuk Zeina.
“Lo
Ngel?!” Tanya Sisil dengan senyum penuh arti.
“Lah,
gue sama Tya tadi juga.” Gelagap Angel sambil memaksa tersenyum.
“Ooh,
enggak gue cuman mau kasih tau. Si Yoga sendiri kali ada yang mau nebeng.”
Sisil.
Di
sela- sela selesai makan semuanya berpencar ada yang merokok atau berfoto- foto
maupun menghitung bill yang belum
dibayar. Tiba- tiba saja Yoga menghampiri bangku yang Angel duduki tentu itu
membuatnya jadi salting.
“Foto
Yuuk” Ajak Yoga ke cewek lain di depannya.
Angel
pura- pura megang ponselnya sesaat lalu ikut berfoto. Setelah puas berfoto
suasana membeku kembali. Lalu perlahan Sisil, Dian, Felis, Nayla berhamburan
keluar cafe disusul Lalu Zeina pun berlalu pergi. Tinggallah Yoga dan Angel.
Angel ingin pergi juga tapi langkahnya seakan ditahan. Ia tak mau terlihat
seperti salting. Lalu Yoga duduk tepat di sampingnya terus lebih mendekat
dengan menarik bangkunya. Semua ini seperti settingan.
“Haduh,
ngapain Yoga deketin gue? tumben. Dulu masih SMA dia gak seberani ini. apa dia
mau nembak gue (mulai gila plus kepedean). kok udah lama untuk melupakan semua
itu tapi kenapa gue masih aja deg- degan berhadapan dekat dengan Yoga? Apa gue
masih suka ya? Atau emang gue aja yang lebay?” gumam Angel bertanya- tanya
dalam hati.
Bersambung>>>
Comments
Post a Comment
Jangan lupa tinggalkan komentar yaa pada kolom dibawah (: