Skip to main content

Dare to Dream Dare to Speak



Holla…

Sabtu kemarin tepatnya tanggal 22 November 2014, aku dan teman- teman ikutan seminar nih di kampus tercinta. Untuk itu, aku mau berbagi pengalaman nih selama aku ikut seminar. Oh, iya temanya itu “Dare to Dream Dare to speak”




Cekidot~



Jadi, gimana udah puas belum sama tips- tipsnya? Udah dong pasti. Ok, next 2nd Speaker yaitu Miss Eva. Beliau bahas mengenai “How to get a job with your major” karena aku mahasiswi sastra Inggris jadi seminar ini emang lebih fokus ke sastra Inggris. Maaf yaa untuk jurusan lain, maybe next time): *bow

Cekidot~


Itulah sekiranya pengalaman dan tips yang saya dapat dari 2nd Speaker yaitu Miss Eva di seminar sabtu lalu. Jadi, gimana udah puas belum sama pengalaman dan tips- tipsnya? Udah dong pasti. Ok, masih mau lagi ga nih? Ada satu speaker lagi. 3rd Speaker yaitu Mr. Romel beliau membahas mengenai “Pendidikan karakter di sekolah melalui pembiasaan”.


Taken by Esta


Cekidot~








Comments

Popular posts from this blog

FLASHBACK [ Part 1 ]

"Akhirnya gue masuk grup BBM juga. Setelah sekian lama lost contact dari teman SMA. Kini dipertemukan kembali. Yuhuuu… Senengnya!" teriak Angel di dalam hatinya. Sebenarnya ini hal yang bukan tidak sengaja melainkan si Angel memang telah sengaja menghindar dari teman- teman SMAnya. Dimulai dari menghapus seluruh no. contact yang terdapat di ponselnya lalu mengganti no. ponselnya sampai tidak ikut serta hadir di setiap perkumpulan teman- teman SMAnya itu. Kecuali sahabat terdekatnya. Semua itu ia lakukan semata- mata agar ia bisa move on dari gebetannya di komunitas semasa ia SMA. Yang mana hampir 4 tahun ia setia menunggu jawaban dari sang gebetan namun hingga kini tidak ada kepastian. Angel kini berkuliah di salah satu Universitas swasta di Jakarta. Yang di dalamnya tidak ada satupun mahasiswa dari Sekolahnya dulu. Pada libur lebaran setelah perkuliahan Angel dipertemukan kembali oleh teman- teman SMAnya. Grup Shinwa mengadakan kumpul- kumpul bersama pada tanggal ya...

MARGONDA, JALUR MAUT PEJALAN KAKI

DEPOK  - Kecelakaan di Jalan Margonda Raya berulang kali terjadi karena minimnya Jembatan Penyeberangan Orang(JPO). Terakhir, seorang wanita bernama Endang menjadi korban tabrak lari dan tewas dengan kondisi yang mengenaskan jalan utama Kota Depok itu. Untuk menyeberang jalan, pejalan kaki harus menunggu hingga 10 menit, karena kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Bayangkan saja, di jalan sepanjang 5,2 KM itu, hanya ada dua JPO yang berada di depan pusat perbelanjaan Margo City-Detos dan Terminal Depok-Plaza Depok. Bahkan, kondisi JPO di depan Terminal Depok sudah lapuk tak terurus. Data Satuan Lalu Lintas (Lantas) Polres Depok, 80 persen kecelakaan didominasi oleh pengguna kendaraan roda dua. “Rata-rata yang tertabrak adalah pengguna jalan kaki. Dan memang di kawasan padat pemukiman. Kejadian ini terjadi karena tidak adanya JPO yang dibangun Pemkot Depok. Pengabaian keselamatan penjalan kaki kurang diper...