Hi Everyone!
Bertemu lagi di cerita perjalananku yang keempat
Kali ini aku
ingin berbagi cerita dan pengalamanku bersama ibu dan adik-adikku mengenai liburan ke Dufan Ancol
Happy
Reading ^_^
Pada waktu
libur Lebaran Idul fitri 2 tahun yang lalu aku dan keluarga pergi berlibur ke
Dufan Ancol. Dufan merupakan Wahana permainan yang menguji adrenalin dengan
banyak pilihan permainannya yang ekstrim. Dufan ini tidak hanya dikunjungi oleh
wisatawan dalam negeri saja dari luar negeri pun banyak. Dan kalian perlu tahu
sepengetahuan saya Dufan Ancol adalah Wahana permainan yang terbesar di Asia
Tenggara. Tentu kita sebagai orang Indonesia patut berbangga hati. Baik, lanjut
lagi ceritaku selanjutnya pada waktu itu kami berangkat sekitar pukul 10.00 wib
menggunakan transportasi Kereta Commuter Line Bojong Gede-Jakarta(Kota). Ya,
seharusnya kami berangkat lebih pagi lagi agar lebih lama dan puas bermain
disana. Namun karena tidak ada persiapan sebelumnya jadilah kami berangkat agak
siang. Perjalanan cukup jauh antara stasiun bojong menuju stasiun kota. Tibalah
kami di pintu masuk Taman Impian Jaya Ancol. Sebelum kita tiba di arena Dufan
kita harus naik bus wara- wiri yang mengitari arena permainan disana.
Setibanya di
arena Dufan tak disangka antriannya panjang sekali. Yah, wajar sih lagi lebaran
jadi dari pada bingung- bingung mau pergi kemana alhasil pada memburu wisata
yang satu ini. Setelah mendapat tiket masuk arena permainan bergegaslah kami
menuju ke dalam dufan. Karena libur lebaran tiket masuk dufan saat itu mahal.
Permainan pertama aku dan adikku mencoba
permainan Niagara. Permainan semacam kereta yang dijalankan berputar mengitari
area rel di bawahnya terdapat air lalu menanjak hingga ujung lalu meluncur ke
bawah hingga airnya terciprat ke badan kita. Seru bukan? Yap, bagi kalian yang
stress dan bosan. Perlu deh nyobain permainan satu ini melepaskan rasa penat
selama kita beraktifitas seharian. Pertama kita jalan dulu melewati gua,
tanaman- tanaman indah secara perlahan lalu kereta berjalan pelan menanjak.
Pada momen ini yang justru aku takuti, karena tanjakkan yang tajam dan jalan
keretanya pun pelan seakan- akan kereta akan mundur kembali dan terbalik.
Eittt, tapi tunggu dulu akhirnya kereta meluncur dengan selamat ke bawah dengan
cipratan air yang segar. Bussssssh….
Selanjutnya
kami masuk ke istana boneka berhubung
aku pergi dengan adikku jadi aku juga ikut masuk ke dalamnya. Ternyata antrian
di sini tak kalah panjang sampai- sampai aku pegal sekali menunggunya. Ketika
masuk ke dalam lumayan mengasyikkan di dalam terdapat boneka- boneka berpakaian adat sesuai negara
yang berbeda- beda seperti Spanyol, Jepang, Indonesia, Inggris dll. Bagi anak-
anak ini sangat bagus untuk pengetahuan mereka. jadi selain kereta berjalan
mengitari sembari anak- anak mendapat edukasi mengenai pakaian adat dari
berbagai negara.
Lalu setelah
itu kita naik Bianglala yaitu roda yang sangat besar terdapat sangkar di setiap
bagiannya dan berputar perlahan. Dengan naik bianglala ini kita bisa melihat
secara keseluruhan wahana di Dufan ini. Selanjutnya kita naik Alap- alap yaitu
sejenis halilintar kecil. Jadi sebuah kereta berwarna hijau berjalan perlahan
lalu lama kelaman menjadi semakin cepat dan cepat. Lalu kami lanjut naik
Hysteria suatu wahana permainan yang mengayunkan kita ke atas secara mendadak
dan mengagetkan. Disini adikku tidak ikut naik Karena takut jadi hany aku dan
teman adikku yang naik. Walaupun permainan ini terlihat mengerikan tapi tetap
saja antrian ramai sekali. Tibalah saatnya aku naik Hysteria dengan suaranya
yang khas lalu 4 3 2 1! Naiklah aku ke atas dengan cepat seakan badanku ini
melayang terbang. Huwaaaaa….. aku berteriak lepas sekencang- kencangnya.
Melupakan segala masalah yang ada. Rileks. Setelah sampai atas lalu di tarik
lagi ke bawah dengan mendadak dan di naikkan lagi ke tengah perlahan. Dari atas
aku bisa melihat pelabuhan Tanjung Priok dan Pantai Ancol. Menurutku Hysteria
inilah yang paling seru, asyik, menegangkan tapi bikin ketagihan untuk
menaikinya lagi. Selesai bermain perasaanku lega dan rasanya ingin menaiki
lagi.
Lalu yang
terakhir aku mencoba naik Halilintar. Sebenarnya aku takut tapi karena
penasaran akhirnya aku coba deh. Dari awal aja aku udah memejamkan mata, tapi
adikku bilang untuk membuka mata Karena tidak seru kalau menutup mata. Pertama-
tama aku berani tapi ketika menanjak sedikit demi sedikit aku memejamkan mata
lalu Huwaaaa… kereta berjalan dengan sangat cepat secepat kilat. Aku masih
menutup mata dan mempasrahkan diriku terombang-ambing berbelok dan berputar
lalu berjalan lurus dan berhenti.
Dsssst… Wah, tak disangka secepat itu. Pada saat itu kami bertemu dengan
keluarga yang berasal dari Korea yang telah menetap di Indonesia. Lalu salah
seorang mereka berkata kalau pertama atau kedua kali menaiki Halilintar lebih
baik kalau tidak berani tutup mata saja itu hal wajar. Dan ia bilang kalau
seperti saya yang sudah sering nanti juga kita terbiasa dan berani membuka mata
pada saat naiknya. Akhirnya hari mulai gelap sebenarnya kita masih ingin naik
arung jeram tapi karena takut kemalaman kita bergegas pulang.
OK, jadi
bagi kalian yang ingin merefresingkan pikiran dan melepaskan kepenatan dari
aktifitas keseharian yang terkadang membosankan. Tak ada salahnya mencoba
bermain di Dunia Fantasi Ancol ini yang penuh dengan fantasi- fantasi dengan
permainannya yang menguji adrenalin. Dari keseluruhan aku berwisata disini
belum nampak kelemahan di wisata ini. Dari segi kebersihan sudah cukup baik.
Mungkin hanya saja biaya bermain disini terbilang mahal jika kita datang di
saat libur penting. Tapi aku punya tips nih kata orang Korea yang tadi kita
temui ia sudah sangat terbiasa berlibur disini dan ia bilang kalo ingin tiket
murah datanglah ketika Bulan Puasa. Hehe
Baik cukup sekian cerita dan pengalaman
saya selama berlibur di Dufan Ancol
Kurang
lebihnya mohon dimaafkan yaa *bow90derajat*
Semoga bermanfaat! Sampai ketemu di
liburan selanjutnya, Byeeeee!!! ^_^


Comments
Post a Comment
Jangan lupa tinggalkan komentar yaa pada kolom dibawah (: