Skip to main content

TRAVEL TO PALEMBANG CITY

Apa kabar? Bertemu lagi pada cerita perjalananku yang kelima
Kali ini aku mau postingin tentang jalan-jalan ke kota Palembang
Bersama Orangtuaku
Happy Reading ^_^

            Ketika aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar aku sering  ikut ayahku berlayar ke berbagai kota di Indonesia. Jadi, ayahku bekerja di kapal sebagai Masinis IV. Nah, pada kesempatan liburan sekolah aku dan ibuku pergi berlayar. Kapal ayah yang membawa penumpang berhenti  di beberapa pelabuhan di kota. Seperti Surabaya, Makassar, Palembang, Balikpapan dll.
Pertama kapal yang kami tumpangi berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju ke Palembang terlebih dahulu. Perjalanan dari Jakarta ke Palembang menggunakan transportasi kapal kurang lebih 1 hari 1 malam tergantung kecepatan masing- masing kapal itu sendiri. Di perjalanan Alhamdulillah aku tidak mengalami mabuk laut. Karena memang tujuan ke sana ombak tidak besar. Kalau tujuan Padang biasanya ombak besar dan aku pun mabuk laut. Di dalam kapal untuk menghilangkan jenuh biasanya kami menonton TV di dalam kamar atau mendengarkan acara music di kafe.
Pada sore hari aku, adikku, ibu berjalan ke luar kapal menikmati indahnya suasana laut dengan sejuknya angin sore. Melihat ikan- ikan kecil dan sesekali terlihat lumba-lumba. Hingga akhirnya malam kami masuk ke dalam kamar dan aku hanya melihat dari jendela saja.
Sesampainya di pelabuhan kami bersiap- siap untuk berjalan- jalan di sekitar pelabuhan. Saat itu kami pergi ke salah satu Mall disana untuk membeli makanan cemilan untuk persediaan. Sekalian jalan- jalan juga melihat- lihat kota yang terkenal dengan makanan khasnya Mpek-Mpek. Lalu ibuku mencari oleh- oleh khas sini yang akan dibawa pulang untuk tetangga di rumah dan sodara seperti makanan- makanan ringan. Setelah asik berkeliling- keliling kota Palembang kami berniat untuk membeli Mpek-Mpek asli langsung dari Palembang. Namun entah mengapa pada saat itu kami tidak menemukan orang yang berjualan Mpek-Mpek ini. Karena kapal sebentar lagi akan berangkat menuju ke pelabuhan selanjutnya. Maka kami bergegas balik ke kapal takut tertinggal. Lalu hanya dari kejauhan aku dan ibuku melihat  Jembatan Ampera yang sangat indah sekali ketika di waktu senja. Sungguh aku ingin kembali lagi ke kota ini. Tentunya dengan waktu yang lebih lama agar aku bisa menjelajahi setiap tempat yang bagus disana dan mencoba Mpek- Mpek khas sana.
Sesampainya di kapal, tiba- tiba teman dari ibuku yang juga ikut berlayar memberikan sebungkus Mpek-Mpek lengkap dengan kuahnya yang pedas kepada kami. Dengan senang hati kami menerimanya. Aku pun bingung bagaimana ia bisa dengan mudah mendapatkannya. Lalu tanpa basa- basi aku langsung mencoba Mpek-Mpek khas Palembang tersebut alhasil setelah mencoba sungguh rasanya lezat sekali dengan kuahnya yang kental berwarna hitam rasanya pedas. Makanan itu berhasil membuat lidahku tak berhenti bergoyang untuk terus mengunyahnya. Rasa Mpek-Mpek disana jauh lebih enak ketimbang yang sering aku beli di bogor maupun luar daerah Palembang. Biasanya kuahnya encer dan tak sepedas ini. Sampai saat ini pun aku masih terbayang rasa kuah itu dan ingin sekali mencobanya langsung di Palembang. Mungkin di lain kesempatan aku pasti akan kesana lagi.
Seminggu kemudian aku tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Setelah lama berlayar ikut ayah bekerja kami pun pulang dengan membawa oleh- oleh yang banyak.
Jadi dari perjalananku selama di Palembang lumayan menyenangkan walaupun dengan waktu yang singkat sekali tapi aku sudah bisa berkeliling- keliling kota disana, melihat Jembatan Ampera, dan menyicipi Mpek-Mpek yang rasanya lezat bukan main sampai- sampai aku menyesal mengapa aku dan ibuku tidak menemukan penjual Mpek-Mpek. Hehe…
Saran dari saya, alangkah baiknya kota di Palembang ini di promosikan dengan maksimal agar bisa dikenal juga oleh wisatawan mancanegara. Agar mereka tidak hanya mengenal Bali saja melainkan masih banyak kota- kota yang indah di Indonesia. Promosi tersebut tidak usah berat- berat sebenarnya. Hal itu bisa saja dilakukan oleh para entertainer di tanah air. Layaknya artis korea dengan bangganya mereka yang selalu menampakkan tempat wisata negaranya di setiap dramanya maupun video klip dalam lagu sang artis. Sehingga kini korea menjadi sorotan dunia tapi bukan karena itu saja melainkan yang memang teknologi mereka sudah semakin maju. Namun Kita pun juga bisa mengambil inspirasi dari itu semua mulai dari hal kecil seperti memasukkan settingan Jembatan Ampera maupun kota- kota lain yang terdapat di Indonesia ke dalam video klip sang penyanyi maupun menjadikan kota Palembang setting tempat pada Film maupun sinetron. Karena sudah saatnya kita bangkit untuk mencintai produk dalam negeri dan jangan justru ke luar negeri menjadikan setting video klip. Karena masih banyak yang indah- indah selain harus ke luar negeri dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Baiklah untuk itu saya selaku penulis yang juga penerus generasi bangsa ini mengajak kalian penerus generasi bangsa untuk terus mencintai budaya dan produk lokal serta melestarikannya agar tetap terjaga selamanya. Ada pepatah yang mengatakan “Cintailah budaya bangsa, maka majulah budaya itu” (dikutip dari buku yang saya baca).

Baik cukup sekian cerita dan pengalaman saya selama berlibur ke kota Palembang
Kurang lebihnya mohon dimaafkan yaa *bow90derajat*

Semoga bermanfaat! Sampai ketemu di liburan selanjutnya, Sampai Jumpaaaa!!! ^_^

Comments

  1. Aaah kereeen... Kapan ya bisa ke sana. beruntungnya bisa travelling. Setelah tau kalo travelling itu bermanfaat buat kehidupan, dari artikelnya si Rental Mobil Jogja Semberani jadi ngerasa harus travelling. Ke palembang sebagai destinasi pertama seru kali ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yaa pada kolom dibawah (:

Popular posts from this blog

FLASHBACK [ Part 1 ]

"Akhirnya gue masuk grup BBM juga. Setelah sekian lama lost contact dari teman SMA. Kini dipertemukan kembali. Yuhuuu… Senengnya!" teriak Angel di dalam hatinya. Sebenarnya ini hal yang bukan tidak sengaja melainkan si Angel memang telah sengaja menghindar dari teman- teman SMAnya. Dimulai dari menghapus seluruh no. contact yang terdapat di ponselnya lalu mengganti no. ponselnya sampai tidak ikut serta hadir di setiap perkumpulan teman- teman SMAnya itu. Kecuali sahabat terdekatnya. Semua itu ia lakukan semata- mata agar ia bisa move on dari gebetannya di komunitas semasa ia SMA. Yang mana hampir 4 tahun ia setia menunggu jawaban dari sang gebetan namun hingga kini tidak ada kepastian. Angel kini berkuliah di salah satu Universitas swasta di Jakarta. Yang di dalamnya tidak ada satupun mahasiswa dari Sekolahnya dulu. Pada libur lebaran setelah perkuliahan Angel dipertemukan kembali oleh teman- teman SMAnya. Grup Shinwa mengadakan kumpul- kumpul bersama pada tanggal ya...

CONFIDENT IN FRONT OF PUBLIC

Confident in Front of Public Berbicara mengenai “public speaking” pasti ada beberapa diantara kalian yang masih nervous atau takut kalau secara mendadak kalian disuruh berbicara di depan umum. Iya kaan? Hayoo ngaku… hihi aku pribadi pun sama sih, jangankan mendadak ada persiapan aja, terkadang kita masih suka nervous kan. Apalagi mendadak, waduh gimana yaa? Well , ga usah lama- lama. Yuuk, kita simak tips dari 1 st speaker seminar ini, bagaimana mengatasi takut untuk berbicara di depan publik dengan baik dan benar di depan umum. 1 st Speaker – Kak Dina             1.      Prepare – Prepare – Prepare!!! Hayoloh, preapare nya sama tiga gitu ya, guys. Yap, pertama banget yang harus kita lakuin untuk berbicara di depan umum dengan baik dan benar, ya prepare . Kalo ga prepare mau ngomong apa kita di depan nanti. a)    Know your subject Know your subject alias kenali betul materi yang kamu buat. Ini pe...

WASPADA DIBALIK GURIHNYA GORENGAN

            Gorengan adalah makanan khas Indonesia yang sangat digemari oleh hampir semua lapisan masyarakat. Makanan ini menjadi santapan nikmat dikala santai seperti berkumpul bersama keluarga, teman, maupun sedang melakukan aktivitas sendiri, terlebih ketika musim hujan datang. Sudah pasti penjual gorengan di pinggir jalan laris diburu pembeli. Namun  tahukah anda mengkonsumsi gorengan secara berlebihan dapat menyebabkan penyakit kanker? Apalagi jika gorengan tersebut sisa kemarin yang digoreng kembali atau bahkan terbuat dari minyak jelantah.             Tingginya biaya untuk memenuhi kebutuhan pokok serta serta minimnya pemasukan membuat sebagian pedagang melakukan berbagai macam cara licik. Pedagang menghalalkan segala cara demi mendapat keuntungan yang besar. Salah satunya seperti contoh bu Mawar ( nama samaran ) salah satu pedagang nakal yang menjual goren...