Skip to main content

MARGONDA, JALUR MAUT PEJALAN KAKI



DEPOK - Kecelakaan di Jalan Margonda Raya berulang kali terjadi karena minimnya Jembatan Penyeberangan Orang(JPO). Terakhir, seorang wanita bernama Endang menjadi korban tabrak lari dan tewas dengan kondisi yang mengenaskan jalan utama Kota Depok itu.

Untuk menyeberang jalan, pejalan kaki harus menunggu hingga 10 menit, karena kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Bayangkan saja, di jalan sepanjang 5,2 KM itu, hanya ada dua JPO yang berada di depan pusat perbelanjaan Margo City-Detos dan Terminal Depok-Plaza Depok. Bahkan, kondisi JPO di depan Terminal Depok sudah lapuk tak terurus. Data Satuan Lalu Lintas (Lantas) Polres Depok, 80 persen kecelakaan didominasi oleh pengguna kendaraan roda dua.

“Rata-rata yang tertabrak adalah pengguna jalan kaki. Dan memang di kawasan padat pemukiman. Kejadian ini terjadi karena tidak adanya JPO yang dibangun Pemkot Depok. Pengabaian keselamatan penjalan kaki kurang diperhatikan,” kata Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Kristanto Yoga, Kamis (7/12/2012).

 “Kalau dilihat memang lokasi kejadian sangat rawan. Ini bukan sekali terjadi, sudah banyak korban jiwa yang lain” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Didin Zainuddin mengatakan, pihaknya baru akan membangun JPO pada 2013 nanti. Setidaknya, ada tujuh titik yang akan dibangun JPO. “Misalnya di Gang Kober, Universitas Gunadarma, depan Kantor Wali Kota, Terminal Depok, dan depan Halte Jalan Siliwangi,” ujar Dindin.

Pengamat Transportasi Universitas Indonesia (UI) Jachrizal menilai, pembangunan Jalan Margonda mengabaikan hak pejalan kaki. Terbukti dengan adanya pelebaran jalan namun tidak dibarengi dengan pembangunan JPO. (trk)

Melihat kasus di atas, sesungguhnya saya antara setuju dan tidak setuju dengan pernyataan di atas. Pertama, saya setuju jika jalan raya Margonda perlu ditambah lagi Jembatan Penyebrang Orang (JPO). Karena yang saya lihat banyaknya pekerja dan mahasiswa yang ingin menyebrangi di sekitar Gang Kober maupun Universitas Gunadarma sehingga membutuhkan tempat aman untuk menyebrang seperti JPO bukan hanya Zebra Cross.

 Saya pribadi, merupakan mahasiswa Universitas Gunadarma yang setiap harinya harus menyebrang di jalan raya Margonda jika sepulangnya kuliah. Jadi, saya dapat merasakan begitu susahnya kami pejalan kaki untuk hanya sekedar menyebrang walaupun sudah lewat melalui Zebra Cross. Bahkan pernah suatu ketika, saya menyebrang bersama segerombolan orang yang cukup banyak, tetapi masih saja pengemudi tidak mengurangi kecepatannya terutama pengguna motor. Alhasil, jika saya pulang sendiri biasanya saya memilih turun di depan Margo city yang terdapat JPO. Hal tesebut menyebabkan jauhnya perjalanan saya untuk sampai ke stasiun Pondok cina.

Namun disisi lain, menurut saya bukan hanya penambahan JPO saja yang menjadi alternatif  bagi keselamatan pejalan kaki, tetapi perlu adanya sanksi keras (seperti disediakannya CCTV ataupun sirene) yang dapat menandai pengemudi yang masih mempercepat kemudinya ketika melewati Zebra Cross atau bahkan memang gemar mengemudi di atas kecepatan rata- rata. Sanksi tersebut kemungkinan akan membuat efek jera bagi pengemudi nakal tersebut. Sehingga tak ada lagi yang mengemudi di atas kecepatan rata- rata serta terjaminnya keselamatan bagi pejalan kaki.

Disamping itu, memang perlu adanya kesadaran sendiri bagi pengguna jalan atas keselamatan bersama. Mari kita lihat lalu lintas di Negara Jepang maupun Australia. Menurut bapak saya yang pernah bekerja di Australia, Pengemudi di Australia itu sangat menghargai pejalan kaki disana. ” disana jarak 2 meter dari Zebra Cross aja  mereka udah mengurangi laju kecepatannya dan dengan ramahnya mereka memberi jalan dengan isyarat tangan bagi penyebrang jalan” ujar bapak saya. Sungguh hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan pengemudi disini. Saya sangat iri melihatnya. Karena ketika menyebrang saya harus merasa takut, tidak aman, bahkan terkadang menjadi terbawa emosi dengan pengemudi yang egois atas kepentingannya sendiri.

Dengan demikian, saya berharap agar semua pihak ikut serta dalam menyelesaikan kasus ini demi menjunjung tinggi hak keselamatan pejalan kaki. Disamping perlu penambahan JPO di tujuh titik, maka perlunya kerjasama bagi pihak berwajib untuk memberikan sanksi keras terhadap pengemudi nakal. Selain itu, sangat diharapkan kesadaran bagi pengemudi untuk membuka pintu hatinya dengan menghargai hak pejalan kaki yang ingin menyebrangi jalan serta tidak egois untuk saling dahulu mendahului.


Sumber :



Tugas Jurnalistik 1 ( Interpretatif )

Nama  : Vitaloka Ayudya Dewi
NPM    : 17612613
Kelas   : 3SA01

Comments

Popular posts from this blog

PERJALANAN INI

Perjalanan ini..             Perjalanan ini sampai kapan? Sampai kapan? Aku lelah terus berjalan Aku tak kuat lagi tuk terus berjalan yang tak pernah ku tahu ujungnya Perjalanan ini..             Bolehkah aku menyudahinya? Aku sungguh ingin namun ternyata sulit Sulit sekali..                                Sangat..                                                   Sampai dada ini sesak created by: vitaloka

(Softskill ISD Tulisan 1) Belajar dari Orang Korea

Nama : Vitaloka Ayudya Dewi NPM   : 17612613 Kelas  : 2SA01 Matakuliah : Ilmu Sosial Dasar# Annyeong Haseyo? (Hallo…) Ok, di postingku kali ini aku ingin membahas tentang budaya dan kebiasaan orang Korea yang sangat baik untuk kita tiru demi kemajuan bangsa ini. Korea Selatan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Korea terletak di Asia Timur ( antara Tiongkok dan Jepang). Negara ini pisah dari Korea Utara dan menjadi negara demokratis. Seoul adalah ibukota negara ini. Negara yang pernah hancur akibat penjajahan Jepang dan perang saudara ini (perang Korea) sehingga menjadi negara miskin namun dalam jangka 64 tahun secara menakjubkan dapat menjadi negara teknologi dan perekonomian kelas utama dunia. Waw! Menakjubkan bukan? Negara yang merdeka pada tahun yang sama oleh Indonesia ini justru menjadi negara yang maju lebih dulu dari Indonesia. Korea yang kini maju juga disebabkan dari masyarakatnya yang masih mempertahankan budayanya di tengah arus globalisasi. Jadi ...

TRAVEL TO WATER HOT (CIATER)

Assalamu’alaikum.. Bertemu lagi pada cerita perjalananku yang ketiga Kali ini aku mau postingin tentang jalan-jalanku ke Wisata Air Panas Ciater Bersama Orangtua dan adik-adikku Happy Reading ^_^ Pada waktu liburan kelulusan SMA aku dan keluargaku berlibur ke Air Panas Ciater. Pada waktu itu kami berpergian dalam rangka ulang tahun tempat ibuku terapi. Jadi di samping berlibur di Wisata Air Panas Ciater disana juga terdapat acara- acara.. Baik, dimulai dari berangkat kami pergi tepat pukul 07.00 wib menggunakan Bus. Perjalanan membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar jam 11.00 wib kami baru tiba di Ciater. Wah! Sungguh udara yang sangat sejuk sekali jauh dari polusi. Walaupun ada matahari tapi hawa sejuk disini masih terasa maklum saja wisata yang satu ini terletak di daerah pegunungan. Lalu kami terus menelusuri jalan untuk masuk ke dalam area wisata. Sesampainya kami menempatkan tenda yang telah disediakan di lapangan besar dan terdapat panggung di depannya. Karena perj...