Permainan
Cinta
Randy : Surprise!!!!!!! Happy 4th
Anniversarry kita, sayang! (membuka penutup mata pada kepala Mia)
Mia : Ya Ampun, Yang. Ini semuanya kamu
yang nyiapin? (terkejut senang)
Di
sebuah taman kecil. Terdapat pepohonan yang dibaluti lampu- lampu kecil
bercahaya indah di malam hari. Di tengah- tengahnya terdapat meja bundar kecil
dengan dua buah kursi berwarna putih. Di atas meja sudah tersedia makanan-
makanan lezat beserta buah dan jus segar. Di rerumputan terdapat tulisan indah
“FOREVER LOVE YOU” berwarna merah muda.
Randy : Iya, dong. Sama bantuan temen aku
sih. Kamu suka ga? (sambil mempersilahkannya duduk dengan menarik kursi)
Mia : Suka bangeeeeet, Yang. Makasih ya
atas semuanya. Kamu baik banget. Love you. (bangkit sebentar dan mencium kening
Randy)
Randy : Iya, Love you too.(tersenyum)
Randy : Oh, iya Yang. gak nyangka yah, udah
4 tahun kita pacaran. Jalan bareng, Cerita bareng, dan kamu inget gak waktu itu
kita hampir ditilang gara- gara kamu tuh lupa bawa helm.
Mia : (Tertawa) Iya, Yang. Terus dengan
gesitnya Kamu ngumpet- ngumpet dan berhasil deh gak kelihatan polisi, hehe…
Drrrettt,
Drrett…
Suara
getar ponsel Mia. (mengetik pesan)
Randy : Siapa, Yang? (penasaran)
Mia : Oh, ni biasa Bunda aku. (sedikit
gugup)
Randy :
Wah, kamu dicariin ya? Apa kamu belum bilang Bunda kamu.
Mia : Hah? Gak ko. Gak apa- apa,Yang. Lanjut makan lagi yuk.
(menyimpan ponselnya ke dalam tas berwarna Pinknya)
Keesokan
harinya.
Sarah :
Eh, Mia napa lo senyum- senyum sendiri? Kayaknya seneng banget tuh. Bagi- bagi dong? (sambil menepuk pundak Mia)
Mia : Gimana gue ga seneng. Gue punya HP baru doong
(menunjukkan ponsel Blackberry Touch berwarna putih). Jadi, lo semua udah bisa
BM gue lagi tanpa harus SMS pake pulsa.
Bintang :
Ciee, HP baru Mi?
Mamut :
dari Randy? (ekspresi tak senang)
Mia : Ah, gak ko. Ini nyokap gue yang beliin. (terbata- bata
dengan senyum terpaksa)
Sarah :
Deuh, gak usah boong lo. HP lo ilang lagi lo kalo boong.
Mia : (Tertawa) Ya, ya dari Randy. (cengengesan)
Bintang :
Gila lo! Ko lo terima- terima aja sih?
Mia : Yaelah, ko lo semua pada lebay sih. Semalem itu Anniv
gue sama Randy dia tuh ngasih surprise gitu, spesial buat kita berdua di taman
gitu deh. So Sweet banget (tersipu malu). Nah, gara- gara seminggu yang lalu
gue curhat ke dia kalo HP gue ilang. Masa semalem dia juga ngasih kado yang
isinya HP ini. Dia bilang ini sebagai gantinya. Ya udah gue terima.
Mamut :
Baik banget yah pacar, Lo. Tapi kan seengganya…(terhenti). Ya udah deh,
terserah lo aja.
Teng
Teng (Bunyi bel tanda masuk kelas).
-------
Di
mall.
Mia : Maaf ya, kamu nunggu lama ya?
Alex : Oh, enggak ko gak apa- apa.
Mia : Nonton apa nih kita, Lex? (dengan wajahnya yang selalu
ceria dan pipi yang merona)
Alex : Apa ya? Kita lihat dulu yuk disana ( menggandeng tangan
Mia).
(20
menit kemudian)
Alex : Ya udah. Jadi, kita nonton yang ini aja nih. (menunjuk
banner Film).
Mia : Iya. Yang, Aku haus. Beli minum dulu yuk.
Alex : Yuk.
Tiba-
tiba.
Tung!
Rehan :
Mia, lagi ngapain? Nanti malem ada acara gak? Jalan yuk. (melalui pesan BM)
Mia : Aku lagi nonton TV nih. Gak tuh, Ayuk! Kemana?
(mengumpat- ngumpat memainkan tombol BB)
Alex : Kamu mau apa, Mi?
Mia : Aku Milo aja deh (tersenyum) (fokus pada ponselnya)
Alex : Milonya 2 gelas ya, Mbak.
(Selesai
menonton).
Mia : Ih, Filmnya seru yah Lex. So Sweaaat! (cerocos Mia sekeluarnya mereka dari ruang bioskop)
Alex : huu, Lebay ah. Biasa aja lagi. Terlalu berlebihan.
(Tertawa).
Mia : Ih, kok kamu gitu sih? Tadi katanya ia, Ya udah nonton
itu aja (sambil menirukan gaya Alex)
Alex : Ih, kamu kok ngeselin sih (menepuk mulut Mia pelan).
Mia : Duh, sakit Lex (menjerit pelan).
Alex : Loh kamu kenapa? (panik) Aku kan nepuknya pelan. Mana
yang sakit?
Mia : hehe, gak apa- apa tuh. (tertawa lepas) (sambil
memeletkan lidahnya dan berjalan cepat)
Mia : Ih, dasar kamu!(mencubit pipi Mia)
Mia : Lagi kamu gitu. Nanti deh kalo nonton lagi kita nonton
Film action kesukaan kamu ya (mengerlingkan matanya).
Alex : Oke, cantik. Love you yah. Makin sayang kamu (berbisik).
Mia : Love you too. Sayang juga.
Keesokan
harinya. Di Kantin.
Sarah :
Jago Lo yah, Mi. bias banget bagi waktu gitu (nada meledek)
Bintang :
Jadi, Lo sukanya sama yang mana Randy atau Alex? Atau gebetan- gebetan lo itu?
Mia : Semuanya (tampang polos). Semuanya baik, gue bingung.
Bintang :
Pilih salah satu lah? Ya, kali semuanya lo embat juga
Mia : Gak lah. Seruan juga gini. Daripada gue fokus ke satu
cowok, entar ujung- ujungnya gue sakit hati lagi kayak dulu.
Bintang :
Trauma sih trauma, Mi. tapi inget karma berlaku. Lo ga takut apa karmanya itu
entar kalo lo udah nikah.
Mia : Yee, Lo mah. Janganlah. Jangan gitu dong ngomongnya.
Drrrettt,
Drrett…
Nada
Line Mia bergetar.
Randy :
Lagi apa Yang? Udah makan blm? (pesan Line)
Mia : Nih lagi di kantin sama temen- temen lagi nunggu
pesenan. Kamunya?”
Randy :
Aku belum nih. Masih di kelas nunggu dosen mau presentasi. Doain yah.”
Tiba-
tiba…
Mamut :
Duh, enaknya punya pacar perhatian, baik, pengertian lagi. Sayang aja
ceweknya…(nada tinggi)
Mia : Maksud lo apa? Lo nyindir gue? (memotong)
Bintang :
Lo harusnya sadar Mi. Lo harus menghentikan semuanya sebelum semuanya terlambat.
Mia : Gue nyaman kok dengan semua ini. Jadi, Lo semua tenang
aja.
Sarah :
Ih, dasar Playgirl!
Mia : Apa sih lo (nada tinggi)? Gue cuman berteman baik aja
kok sama mereka semua. Gue cuman deket (nada mereda) (nada parau sambil bangkit
dari duduknya dan berlari pergi)
(5
bulan kemudian)
Di
Taman kompleks Perumahan Mia.
Mia : Maaf ya, Ran. Kita putus.
Randy :
Putus? Kamu ngomong apa sih? Apa salah aku?(bingung).
Mia : Salah kamu banyak. Kamu terlalu sibuk sama kuliah dan
kerjaan kamu. Kamu udah gak perhatian lagi sama aku. Pokoknya aku minta putus.
Titik.
Randy :
Tapi aku gak mau. Aku kan udah bilang, dua minggu kemarin aku fokus ujian
dulu(terhenti).
Mia : Cukup!
Randy :
tapi aku sayang kamu, Mi. (murung) (memeluk Mia)
Mia
hanya terdiam mematung.
(Gumam
Mia dalam hati ) Maafin aku ya, Ran. Sebenarnya semua alesan itu bohong. Aku sayang
kamu. Aku ini pembohong besar. mulai sekarang aku mau berubah dan memulai
semuanya dari awal.
-------
Setelah
4 tahun 5 bulan lamanya Mia dengan Randy berpacaran. Akhirnya Mia memutuskan
untuk berpisah. Semuanya belum terlambat, Mia sadar selama ini ia sudah jahat
dengan Randy yang justru sudah baik sekali dengannya. Ia tak mau terus- terusan
membohongi Randy. Mia merasa tak pantas
dimiliki Randy, Lalu Mia memutuskan untuk serius dengan Alex.
Bintang :
APA? Lo mutusin Randy? (kaget hingga tersedak)
Mia : Ia (murung). Hati- hati kalo minum.
Sarah :
Lo gak salah? Randy kan cowok yang baik. (Ceplos Sarah kipas- kipas)
Mia : Ia, gue udah pikirin berkali- kali kok. gue gak pantes
untuknya. (tersenyum)
Mamut :
Alex itu tampangnya playboy tau. Percaya deh sama gue. (menghentikan memainkan
gadgetnya)
Mia : Gak ah, Mut. Percaya sama lo musyrik (tertawa).
Mamut :
Yee, dia malah bercanda. Serius ini gue.
Mia : Serius yah? Ciee.. ciee..
Akhirnya
pertemanan mereka yang dulunya hampir retak kini kembali tersusun secara
perlahan.
Di
malam harinya.
Mia
diajak Alex untuk dinner.
Alex : Malem ini kamu cantik banget, Mi. (terkagum)
Mia : Iya, donk. Kan gaunnya kamu yang beliin. (mengerlingkan
matanya)
Alex : ah, kamu bisa aja.
Mia : kita mesen apa nih? (memanggil waitress)
Alex : terserah, kamu maunya apa? Pilih- pilih aja dulu.
(5
bulan kemudian)
Mia : Ah, bohong banget sih lo. Gue gak percaya.
Alex : Bener Mi. Gue liat dengan mata kepala gue sendiri kalo
Alex jalan plus gandengan tangan sama cewek lain di Mall. (serius)
Mia : Lo salah liat kali! Atau lo emang bohong. Dari awal
juga kan yang paling gak setuju sama hubungan gue dan Alex ya lo doang. Maaf
ya, lo juga kan pernah suka sama Alex. Jadi.. (Timpal Mia sedikit ketus)
Mamut :Oke,
terserah. Yang terpenting gue udah ngasih tau lo ya. (Cuek)
Keesokan
harinya ialah hari dimana Mia dan Alex genap 2 tahun berpacaran. Mia berencana
untuk memberikan kejutan kepada Alex. Tanpa sepengetahuan Alex, Mia datang ke
tempat Alex biasa latihan basket. Mia tak datang sendiri melainkan datang
bersama sahabatnya yaitu Bintang, Sarah dan Mamut. Mia menyiapkan segala
sesuatunya dengan sangat rapi. Ia membeli kue ulang tahun berbentuk hati
berwarna cokelat dengan topping warna- warni diatasnya serta tulisan “Happy 2nd
Anniversarry”.
Di
Lapangan basket.
Alex : Makasih ya, beb(menerima botol air mineral dingin).
Cewek :
Ia, beb. (sambil mengelap keringatnya)
Dengan
semangatnya Mia bersama temannya berjalan menelusuri lorong sekolah Alex hingga
akhirnya tiba di lapangan basket tempat Alex latihan. Namun, rencana yang seharusnya
akan indah tak sesuai harapan Mia. Mia yang melihat Alex dengan wanita lain
langsung menghampirinya.
Mia : ALEX! (teriak Mia yang hampir tak terdengar karena
sesak di dadanya)
Alex : (Bengong plus kaget).
Alex
tak menyangka kalau Mia akan mendatangi sekolahnya.
Cewek :
Dia siapa, beb?(polos)
Alex : bukan siapa- siapa kok (bangkit dari duduknya). Mending
kita makan yuk ke kantin. (acuh seakan benar- benar tidak mengenal Mia)
Mia : Bukan siapa- siapa? Maksud kamu apa? Apa artinya selama
ini aku setia sama kamu 2 tahun. Itu balesan kamu?! (timpal Mia berapi- api
sambil membanting kue yang tadinya akan ia berikan hingga tutup kotaknya
terbuka)
Cewek :
Kamu siapa sih? Dateng- dateng marah- marah? (sambar cewek berambut panjang
disamping Alex)
Mia : Heh, mbak. Harusnya mbak sadar. Dia ini cowok playboy.
Alex ini pacarku. Kita udah pacaran 2 tahun.
Alex : Ah, gak penting! (mendorong Mia hingga Mia yang sedang
lemah terjatuh dan berjalan menggandeng cewek berambut panjang).
Teman-
teman : Mia, lo gak apa- apa
(membantu membangunkan Mia)?
Namun,
Sarah yang sedikit galak tak rela melihat sahabatnya disakiti oleh cowok
brengsek semacam Alex.
Sarah : ALEX! (menghampiri
Alex yang masih tak jauh dari lapangan itu). PLAK!! Ini balesan buat orang yang
udah nyakitin sahabat gue (bisiknya).
Mia : Ale…(terhenti).
Mamut : Ngapain sih lo masih
manggil- manggil dia udah jelas- jelas dia itu cowok brengsek, Mi(sambil menutup
mulut Mia).
Bintang : Ia, Mi. udah mending lo
lupain dia. Dan ambil hikmah dibalik semua ini. Supaya lo gak salah jalan lagi.
Mia : Iya, guys
(menunduk). Maafin gue ya yang gak pernah mau dengerin kata lo dan selalu keras
kepala. Gue gak tau harus gimana lagi caranya minta maaf ke lo semua. (nada
parau)
Mamut : Udah, Mi. kita semua
udah lupain semuanya kok. Kita semua sayang elo. (memeluk Mia)
Sarah : Gue juga mau dong
dipeluk (tertawa).
Mia : (Tertawa) sini kita
semua berpelukan.
By : Vitaloka AD.
Comments
Post a Comment
Jangan lupa tinggalkan komentar yaa pada kolom dibawah (: